Pengantar Teori Bahasa dan Otomata
A. Pengantar Teori Bahasa dan Otomata
1. Bahasa
Bahasa adalah rangkaian simbol - simbol yang mempunyai makna
2. Otomata
Otomata merupakan sebuah sistem yang terbangun dari sejumlah State yang menyatakan informasi mengenai input. Otomata seringkali dianggap sebagai sebuah mesin otomatis (bukan mesin fisik) yang merupakan mpde; matematika dari sistem yang menerima input dan menghasilkan output.
3. Hubungan Bahasa dan Otomata
Bahasa Dijadikan sebagai input oleh mesin otomata, lalu mesin otomata akan membuat keputusan apakah input tersebut diterima atau ditolak
Pada gambar di samping, bila mesin mendapat string input berikut :
1.ada : diterima
2.adu : diterima
3.add : ditolak
Penjelasan :
1. Sebuah string input diterima bila mencapai state akhir / final state yang pada contoh diatas
digambarkan dengan lingkaran ganda.
2. Mesin ini memiliki 6 state yaitu { q0, q1, q2, q3, q4, q5 } yang merupakan himpunan state yang ada
pada mesin tersebut.
3. State awal dari mesin adalah q0.
4. { q3, q4 }adalah himpunan state akhir atau final state.
5. Sedangkan himpunan simbol input adalah {a, d, u}.
B. Konsep Teori Bahasa dan Otomata
adalah string yang
tidak mengandung simbol apapun.
2. Regular Expression
adalah cara untuk mengekspresikan bahasa dengan hanya menggunakan operasi
adalah cara untuk mengekspresikan bahasa dengan hanya menggunakan operasi
C. Hierarky Chomsky
1. Secara umum tata bahasa dirumuskan sebagai
berikut :
a → b, yang berarti a menghasilkan b atau a menurunkan b.
2. Simbol variabel / non terminal adalah simbol
yang masih bisa diturunkan dan ditandai dengan
huruf besar seperti A, B, C, dst.
3. Simbol terminal adalah simbol yang sudah tidak
bisa diturunkan dan ditandai dengan huruf kecil
seperti a, b, c, dst
D. Hierarky Chomsky Type 0 / Unrestricted / Natural Language
Aturan :
1. Simbol pada ruas sebelah kiri harus
minimal ada sebuah simbol variabel
2. Tidak ada batasan pada aturan
produksinya.
Misal : Ab → cDe (diterima)
AB → Cd (diterima)
abc → DEf (ditolak)
E. Hierarky Chomsky Type 1 / Conteks Sensitive
Aturan :
1. Simbol pada ruas sebelah kiri harus minimal ada
sebuah simbol variable
2. Panjang string pada ruas kiri ≤ panjang string
pada ruas kanan
Misal : Ab → DeF (diterima)
Misal : Ab → DeF (diterima)
CD → eF (diterima)
exception : S → ε (diterima)
ABC → DE (ditolak)
F. Hierarky Chomsky Type 2 / Bebas Konteks/ Context Free
Aturan :
1. Simbol pada Sebelah kiri harus berupa
sebuah simbol variable
Misal :
B → CDeFG (diterima)
D → BcDe (diterima)
a → b (ditolak)
Ab → F (ditolak)
G. Hierarky Chomsky Type 3 / Reguler Grammer
Aturan :
1. Simbol pada Sebelah kiri harus berupa sebuah
simbol variabel
2. Simbol pada sebelah kanan maksimal hanya
memiliki sebuah simbol variabel dan bila ada
terletak di posisi paling kanan
Misal : A → e (diterima)
A → fgh (diterima)
A → eH (diterima)
C → D (diterima)
A → Bc (ditolak)
Komentar
Posting Komentar